Heading

Heading

Rabu, 03 April 2013

Sate Kambing Mbok Galak

Senangnya bisa berkunjung ke Solo lagi, yang katanya banyak orang merupakan tempatnya wisata kuliner selain Jogja tentunya. Lumayan lah sambil dinas kantor bisa sekalian wiskul, alias sambil menyelam minum fanta...hehehe.. Kunjungan ke Solo kali ini menargetkan 4 lokasi kuliner, diantara nya sate/tengkleng kambing Mbok Galak, tahu gunting Gajah Mada, Bestik Harjo, dan minum susu nya Shi Jack. 


Target pertama wiskul kali ini adalah sate kambing Mbok Galak. Kebetulan waktu itu baru mendarat di Solo sekitar jam 11, dan berencana untuk melanjutkan perjalanan dinas via darat ke Sragen. Nah kebetulan lagi pas jam makan siang dan searah dengan tujuan perjalanan dinas saya, jadi saya sempatkan lah mampir ke warung Mbok Galak yang sudah lama saya incar. Warung Mbok Galak ini berlokasi di Jl. Mangunsarkoro 122 Sumber, persisnya di sebrang kantor Kementrian Agama Surakarta atau arah ke terminal Tirtonadi kalau dari bundaran

Tak seperti yang saya kira sebelumnya bahwa si penjual nya itu mungkin galak sehingga memberi nama warungnya jadi Mbok Galak. Tapi ternyata saya salah, ternyata sang pemilik warung ini yang bernama asli Ibu Sakiyem sama sekali tak seram atau galak, dan selalu ramah kepada siapapun.

Warung yang terbilang sederhana tapi bersih ini menyajikan beberapa menu diantara nya sate kambing, sate buntel, tengkleng, gule, dan tongseng. Bagi yang suka pedas, sudah tentu akan disediakan irisan daun kol, jeruk nipis dan cabai rawit utuh yang bisa kita 'racik' sendiri.

Kali ini saya memesan sate kambing campur, sate buntel dan tengkleng. Agak sedikit kaget begitu sate kambing disajikan, terlihat jumlah tusukan sate nya yang tidak berjumlah 10 seperti pada umumnya, namun hanya berjumlah 5 tusuk. Tapiii...ternyata di dalam 5 tusuk sate tersebut terlihat irisan daging yang besar dan tidak hanya daging saja, tapi ada juga jeroan kambing seperti ati, ampela, dan iso (usus). Untuk sate buntelnya, terlihat gumpalan dagingnya tak terlalu besar namun rasa nya tetap lembut. Sedangkan untuk tengklengnya, lumayan banyak porsi nya dan daging yang menempel di tulangnya juga cukup empuk ditambah dengan bumbu kuah yang segar. Tak heran jika mendiang Pak Harto kerap memesan menu-menu di warung Mbok Galak ini setiap kali beliau berkunjung ke Ndalem Kalitan.

Berlanjut ke menu berikutnya ya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar