Heading

Heading

Rabu, 10 November 2010

Sate Pak Tri, Pasar Wedi, Kab. Klaten

Saya mengenal sate ini ketika saya bertugas di Yogyakarta untuk kegiatan pemulihan pasca bencana gempa pada tahun 2006 lalu. Ketika itu saya sering kali mengunjungi beberapa desa yang terletak di Kec. Wedi Kab. Klaten. Setiap saya berkunjung ke Kec. Wedi ini saya selalu melewati pasar Wedi, dan ada satu hal yang menarik bagi saya di sekitar pasar tersebut. Yaitu warung sate yang selalu mengeluarkan asap dan aroma yang menggoda. 

Karena penasaran, suatu kali saya sempatkan untuk mampir, untuk melihat lebih dekat apa yang dijual di warung tersebut. Ternyata warung ini menjual sate kambing saudara-saudara…. Yang unik dari sate kambing ini adalah daging yang ditusuk menggunakan besi panjang (seperti jeruji sepeda) dan dengan potongan daging yang besar-besar. Ketika itu saya agak bingung bagaimana menghabiskan 1 porsi sate jika tusukan dan dagingnya sebesar itu. Rupanya untuk 1 porsi sate tersebut hanya 2 tusuk besi, yang kenyataanya juga sudah cukup banyak. Dan ketika saya mencoba pertama kali…wow…daging kambingnya masih terasa segar aromanya (tapi tidak bau prengus) dan empuk sekali..sepertinya kambing yang digunakan adalah kambing muda, dengan daging yang masih empuk. Sate dengan bumbu kecap ditambah dengan racikan bawang merah, cabe rawit dan tomat terasa lezatnya.

Sejak itu lah setiap kali saya berkunjung ke Kec. Wedi selalu saya sempatkan untuk mampir ke warung ini, atau kadang gentian ke warung lain yang juga tak kalah nikmatnya (lihat: Soto Bebek Bu Hery, Kec. Wedi, Kab. Klaten). Warung Pak Tri ini menyajikan sate kambing, gulai, dan tongseng. Saya sendiri kurang tau apakah warung ini buka hingga malam atau tidak, karena saya selalu berkunjung di siang hari. Untuk harga per porsinya saya agak lupa, tapi kalau tidak salah sekitar Rp. 15.000 an. Jadi jika anda sedang lewat di jalan raya Klaten-Yogya, silahkan mampir ke pasar Wedi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar