Heading

Heading

Rabu, 03 April 2013

Bestik Harjo Solo

Nah..tibalah saatnya waktu makan malam...setelah tadi sore 'diganjel' sama tahu guling, sekarang saya menuju ke target wiskul berikutnya yang sudah lama sekali tidak saya sambangi..yaitu..Bestik Harjo...yeeyyy...

Dulu awalnya saya tidak punya gambaran apa itu bestik yang ada di Jl, Rajiman Solo ini, meskipun waktu kecil saya sering dimasakin bistik oleh ibu saya, tapi apakah memang sama seperti itu atau memang seperti  Beef Steak ala orang Barat?

Naahh..ternyata bestik yang dimaksud memang seperti yang saya ketahui dari kecil, yaitu bistik..hanya berbeda pengejaan nya saja. Tapi bestik yang disajikan disini mempunyai cita rasa yang berbeda yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Daging giling yang dijadikan sebagai bahan utama bestik ini memang terasa lembut di lidah dan dicampur dengan kuahnya yang segar, ditambah lagi dengan potongan kentang goreng, tomat, wortel, dan selada. Tentunya bagi penggemar pedas, sudah tersedia cabe rawit khas Solo berwarna kuning yang rasa pedasnya bisa sampe ke ubun2 kalo di 'ceplos' bahasa Jawa nya.

Tahu Guling Solo

Melanjutkan misi wiskul di kota Solo, jam masih menunjukan pukul 5 sore tapi terlihat sudah agak gelap karena cuaca mendung dan gerimis. Rasanya kurang pas juga kalo jam segini sudah mencari santapan untuk makan malam. Hmm..akhirnya saya putuskan untuk mencari cemilan saja di sore hari. Jadi target wiskul berikutnya adalah...Tahu Guling....

Sekilas memang agak aneh namanya, membayangkan tahu bentuknya seperti guling...hehehe. Tapi sebenarnya tahu guling ini mirip dengan kupat tahu asal Magelang. Perbedaanya terletak pada isi dari tahu guling itu sendiri. Kalau tahu guling ini isinya ada tahu, mie kuning, ketupat, irisan kol, daun seledri, dan kuah bumbu yang terbuat dari gula merah serta ditaburi dengan kacang goreng utuh (tidak ditumbuk). Bisa juga meminta tambahan telur dadar jika kita menginginkanya. Buat saya, menu yang satu ini cocok untuk ngemil di sore hari..tapi mungkin menjadi menu besar bagi orang lain..hehehe..maklum saya tukang makan...

Tahu guling langganan saya ini berlokasi di Jl. Gajah Mada, persis di sebelah Masjid Sholihin. Dari sini, masih ada target wiskul lain yang harus diselesaikan dalam 1 malam di kota Solo ini...mari kita lanjutkan di postingan berikutnya..hahaha...


Sate Kambing Mbok Galak

Senangnya bisa berkunjung ke Solo lagi, yang katanya banyak orang merupakan tempatnya wisata kuliner selain Jogja tentunya. Lumayan lah sambil dinas kantor bisa sekalian wiskul, alias sambil menyelam minum fanta...hehehe.. Kunjungan ke Solo kali ini menargetkan 4 lokasi kuliner, diantara nya sate/tengkleng kambing Mbok Galak, tahu gunting Gajah Mada, Bestik Harjo, dan minum susu nya Shi Jack. 

Identifikasi Nomor Polisi

Saya sering melihat kendaraan bermotor dengan nomor polisi pilihan yang terkadang hanya terdiri dari 2 atau 3 digit angka atau bahkan bisa dibaca seperti tulisan Al4y yang bisa membuat kita tertarik untuk memperhatikanya. Namun tidak mudah untuk bisa mempunyai nomor polisi pilihan tersebut, karena nomor polisi tersebut dibuat berdasarkan domisili si pemilik kendaraan dan juga tentunya tergantung ketersediaan nomor di kepolisian di wilayah domisili kendaraan tersebut. Nah, kali ini saya ingin mengajak untuk mengidentifikasi nomor polisi kendaraam bermotor supaya kita bisa lebih paham mengenal asal muasal kendaraan tersebut. Mari kita simak.

Rabu, 05 September 2012

Rumah Mertua, Boutique Hotel Yogyakarta


Kembali lagi saya mau merekomendasikan sebuah akomodasi yang model hommy di kota pelajar Yogyakarta. Ketika itu masih dalam rangka dinas kantor dan masih dengan budget terbatas mencoba untuk mencari akomodasi yang murah tapi nyaman. Kebetulan saya masih ingat ketika saya menetap di Yogya enam tahun silam pernah survey ke hotel ini. Nama hotel ini adalah Rumah Mertua dengan konsep butik hotel. Hotel ini berlokasi di belakang Hotel Hyatt atau dekat dengan Monumen Jogja Kembali (Monjali).


Senin, 03 September 2012

Wisata Kota Tua Semarang

Pada saat mudik lebaran tahun 2012 ini, saya menyempatkan untuk menjelajahi kota tua Semarang yang sudah cukup terkenal di kalangan Wisman dan Wisnu. Padahal Semarang merupakan kota kelahiran saya, tapi sejak lahir hingga saat ini baru kemarin pas mudik itulah saya menyempatkan melihat kota tua lebih detiil. 

Kamis, 16 Agustus 2012

Resto Aljazeerah Cikini

Bermula dari rasa penasaran dari liputan sebuah TV lokal yang menginformasikan bahwa di Jakarta ini ada restoran ala Timur Tengah yang menyajikan daging Unta atau Onta, mulailah saya memprovokasi gang carnivors di kantor untuk mencoba nya. Setelah mencari-cari informasi mulai dari lokasi resto nya serta menu menu yang disajikan, berangkatlah saya dan gang carnivors menuju TKP. Namun mengingat saat ini adalah bulan puasa dan sudah pasti kalau restoran itu akan diserbu para pelanggan saat jam buka puasa, maka saya mencoba untuk me-reserve terlebih dahulu ke resto nya dan beruntung masih tersisa 1 meja yang cukup untuk kami berempat.