Heading

Heading

Selasa, 14 Oktober 2014

Sop Janda Cibitung

Saya pernah lihat liputan kuliner di TV tentang sop janda yang katanya sudah cukup terkenal bagi pecinta kuliner, dan merasa penasaran sekaligus tertantang untuk mencoba kedahsyatan pedasnya. Kebetulan suatu waktu saya ada jadwal kunjungan ke gudang kantor saya yang berlokasi di kawasan Cibitung, dan tanpa berpikir lama saya dan rekan-rekan memutuskan untuk memutuskan makan siang di sop janda ini, karena memang sudah saat nya makan siang. 

Saya berusaha untuk memahami jalan yang menuju ke arah sop janda ini tapi ternyata agak sulit karena untuk menuju lokasi ini harus melewati kawasan industri Cibitung dan lokasi warung ini berada di belakang kawasan industri tersebut. Jalan di depan warung ini hanya bisa dilalui oleh 2 mobil dengan kondisi pas-pas an dan dengan lokasi parkir yang agak susah karena ketika itu belum disediakan lahan parkir oleh warung ini. 

 
Karena baru pertama kali makan di warung sop janda ini, saya baru tahu kalo ternyata kita bisa langsung memesan di dapur dan bisa memesan apakah kita mau sop nya pedas, sedang atau tidak pedas. Karena saya takut kepedesan, akhirnya saya pesan yang pedasnya sedang saja. Untuk nasi ternyata kita memang disuruh ambil sendiri dengan takaran sesuka kita. Di tempat pengambilan nasi ini juga disediakan gorengan untuk tambahan lauk, seperti tempe dan bakwan goreng.

Setelah memesan dan mengambil nasi, tidak lama kemudian sop pesanan saya datang. Dilihat dari "tampang" sop nya itu sendiri sepertinya memang sesuai dengan pesanan saya, yaitu pedasnya sedang, karena tidak terlihat banyak cabe rawitnya. Tapi ternyata saya salah...baru mencoba mencicipi sedikit kuahnya saja rasa pedasnya nggak ada ampun...gimana kalo yang mesen pedas ya batin saya...

Akhirnya dengan kondisi kuah yang masih panas dan pedas, saya coba makan sedikit demi sedikit. Dagingnya terasa empuk, meskipun cukup banyak juga tulangnya...dan yang gak bikin tahan adalah pedasnya itu lho...sampe saya nambah minuman untuk menetralisir pedasnya.

Memang yang istimewa dari sop janda ini adalah rasa pedasnya, bukan pada komposisi daging nya. Dan saya juga belum menemukan jawaban yang tepat arti yang sebenarnya dari sop janda ini...apakah sop jawa sunda..atau memang karena yang jualan adalah seorang Ibu yang sudah janda...nggak tau lah...yang pasti pedesnya gak tahan.

Untuk 1 porsi sop ini dihargai Rp. 30.000...cukup worthed lah dengan porsi yang lumayan banyak...dan banyak juga bonus cabe rawitnya...ampooonnn....
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar